UKM-P Sejuta Cerita di Hari Bumi

DSC_9605DSC_9805

bahwa Makna yang dikandung oleh bumi bukan hanya untuk kehidupan saat ini, entah bagaimana rupa dan wajah kita di masa yang akan datang, tetaplah bumi yang sama yg ditinggali..

Sabtu, 22 April 2017. bertempat di Desa Payangan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.. terlihat antusiasme anggota UKM Kependudukan Universitas jember untuk melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di desa yang berjarak kurang lebih 35 km dari pusat kota jember.
kegiatan itu dilaksanakan atas dasar rasa cinta alam dan lingkungan oleh para insan kependudukan Universitas Jember. kegiatan yang hanya dilakukan setahun sekali itu cukup memberikan kesan kepada para anggota untuk senantiasa turut berkontribusi melestarikan alam dengan keragaman hayati yang ada.
mangrove dipilih menjadi objek kegiatan karena menurut suyetno (ketua KUD LUMBA-LUMBA) yang bekerjasama dengan UKM Kependudukan dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa mangrove menyimpan sejuta potensi yang daat dimanfaatkan menjadi berbagai produk diantaranya sirup, tepung, dll (sektor pangan), etanol, briket (sektor energi), obat-obatan (sektor kesehatan) dan berbagai produk olahan lainnya yang berguna bagi masyarakat.
dengan kita ikut menanam satu pohon, kita memberikan sejuta manfaat bagi lingkungan tempat tinggal manusia..

salam Genre
Keluarga UKM-P JOss Joss Joss Joss Jossss…

Iklan

Arti Perjuangan dari Seorang Veteran

untitledadad

Dalam mempengeringati Dies Natalis ke 52 Universitas Jember dan Hari Pahlawan. pada hari  minggu, 13 November 2016 UKM Kependudukan Universitas Jember mengadakan bakti sosial ke rumah salah satu pejuang kemerdekaan, Bapak Bedjo di Jalan Sriwijaya III, Sumbersari. Kegiatan sosial ini dibantu oleh Rektor Universitas Jember dan masyarakat Jember sehingga, dana yang terhimpun sebesar  Rp. 2.000.000,- ( dua juta rupiah ). Dana tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang – barang kebutuhan pokok kepada Bapak pemilik nama lengkap Bedjo Sukijan tersebut.

Pejuang kemerdekaan kelahiran 1923 ini, tinggal sebatang bersama istrinya yang dulunya juga seorang sukarelawan. Ia menjalani hari – hari dengan merawat istrinya yang lumpuh. Veteran berpangkat Prada, G.59393307 itu, hidup jauh dari kata cukup bahkan bisa dibilang sangat kekurangan. Rumah tanpa jendela dan langit – langit, dinding yang berlumut, berkakas yang berserakan serta atap yang bocor kini menjadi istana yang menemani masa tuanya. Karena faktor usia, ingatan mantan anggota Yonif Raider 509/9/2 Kostrad ini sudah mulai terganggu,

Prajurit yang melaksanakan tugas di Kalimantan pada tahun 1965 s.d. 1967 ini merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Ia tidak meminta uang, veteran dengan nomor PO.016/2/1965 itu hanya berharap pemerintah bisa dan mampu menyediakan obat “murah” untuk para veteran seperti dirinya. Dengan ingatan yang terbatas sering beliau berkata “saya ingin mengirim berkas nama – nama teman seperjuangan saya kepada Presiden. Saya tidak mengharapkan uang, saya hanya berharap teman – teman yang saat ini keadaannya tidak lebih baik dari saya diakui oleh negara karena tidak sedikit prajurit yang tidak mendapatkan nomor PO.”

Veteran yang saat ini menetap di Blok. B.01/Kloncing Kelurahan Karangrejo tersebut, mungkin hanya salah satu contoh dari sekian banyak veteran yang nasibnya kurang beruntung. Untuk mengatasi masalah tersebut sangat diperlukan peran pemerintah yang pro aktif, tidak hanya dalam bentuk wacana melainkan tindakan yang nyata.

Kemerdekaan yang saat ini dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak akan pernah hadir tanpa keringat dan air mata para pejuang. Suasana akademis yang nyaman tidak akan pernah dinikmati tanpa darah yang mengalir dari para prajurit. Serta tawa dan canda kehangatan keluarga tidak akan pernah ada tanpa semangat dan pengorbanan para pahlawan. Untuk generasi muda, jangan biarkan merah putih berkibar tanpa makna. Jangan biarkan garuda kehilangan karismanya. Serta jangan biarkan pancasila memudar kesaktiannya. Berubah adalah langkah awal, bekerja dengan bersungguh – sungguh disetiap bidang yang ditekuni dan berdoa adalah kuncinya. Perjuangan para pahlawan tanpa tanda jasa ibarat menjadi sepasang sayap yang hanya mampu mengantarkan ke tempat tujuan, TANPA bisa menjadi sepasang mata yang mampu menikmati keindahan tempat tujuan. Maka jangan biarkan perjuangan itu menjadi sia sia.

15068286_1802201083325777_3262063207030350120_o

Jember, 13 November 2016

Tim Penulis UKM-P UNEJ

TEMU MAHASISWA PEDULI KEPENDUDUKAN 2016

Tahun 2016 ini, BKKBN kembali menggelar acara Temu Mahasiswa Peduli Kependudukan yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya sejak tahun 2013. Tahun ini, acara tersebut digelar di Hotel Tretes Raya Pasuruan dengan tema “Generasi Muda Peduli Kependudukan Modal Kemajuan Bangsa”. Acara ini berlangsung selama 2 hari, yakni 29-30 Oktober 2016. 10 perguruan tinggi di Jawa Timur turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara BKKBN ini, diantaranya UNAIR, UNESA, UNIGORO, UTM, ITS, UINSA, UNDAR, UMG, UNEJ dan UMM.

Rangkaian acara Temu Mahasiswa Peduli Kependudukan 2016 kali ini sangat berbeda, peserta dilibatkan langsung untuk terjun di masyarakat memperoleh data informasi mengenai penggunaan KB pria, perilakun pacaran oleh remaja dan lain-lain. Dihari berikutnya kegiatan diwarnai dengan lomba Rangking 1 Kependudukan dan yel-yel.

Semoga acara BKKBN ini membawa manfaat besar bagi kepentingan bangsa  melalui gerak aktif mahasiswa peduli kependudukan sebagai agent of change.

UKM Kependudukan UNEJ Goes To School

UKM Kependudukan Universitas Jember kerap kali terjun ke sekolah-sekolah guna menjumpai para remaja generasi penerus bangsa. Tepat pada hari Sabtu, 17 September 2016, UKM Kependudukan Universitas Jember melakukan sosialisasi Kependudukan di SMP Negeri 14 Jember. Kegiatan ini terealisasi berkat kerjasama mahasiswa KKMT POSDAYA FKIP UNIVERSITAS JEMBER dengan UKM Kependudukan Universitas Jember. Kegiatan ini ditujukan guna memberikan wawasan kepada remaja mengenai permasalahan kependudukan di indonesia, program-program pemerintah untuk menaggulangi masalah-masalah kependudukan, program keluarga berencana dan generasi berencana. Kegiatan ini berjalan lancar diikuti oleh sekitar 30 siswa dengan sangat antusias.

Written by: Rini Shofiani, Sekretaris umum UKM Kependudukan Universitas Jember

UKM Kependudukan goes to School

selain menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dikampus, UKM Kependudukan acap kali melakukan blusukan ke sekolah-sekolah, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi SMP/SMA sederajat mengenai isu kependudukan, bonus demografi, dan Generasi Berencana.  SMA PGRI Giri Banyuwangi, sekolah yang kita kunjungi dan menyambut baik maksud kedatangan kami. terjadilah kegiatan yang kita maksudkan pada hari Selasa, 30 Agustus 201. kegiatan ini diikuti oleh siswa/siswi kelas X dengan bersemangat dan antusias.

semoga perjalanan UKM Kependudukan untuk melangkahkan kaki dan turut menyukseskan program pemerintah yakni pembangunan berwawasan kependudukan tidak hanya sampai disini.

salam..

 

kegiatan Jambore Kependudukan 2016

tepat tanggal 24 dan 25 Agustus 2016, UKM Kependudukan Universitas Jember menyelenggarakan kegiatan Jambore Kependudukan dengan tema “Remaja Hebat, Pilar utama bangsa yang kuat”.

kegiatan ini terdiri dari lomba-lomba se Jawa-Bali dan seminar, diantaranya lomba poster dan cerpen untuk siswa SMA/sederajat dan lomba Stand Up comedy untuk umum. seminar dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2016 jam 8-selesai dengan di hadiri 400 lebih siswa SMA/sederajat, Insan GenRe Jember, dan penyuluh BPPKB Jember.

pemateri seminar ini antara lain Bapak Ali Imron S.Sos., M.A., dosen Universitas Negeri Surabaya Sekaligus Koalisi Kependudukan Jawa Timur. pemateri kedua adalah sang komedian kocak, Pulung Siswantara S.KM., M.Kes, beliau juga merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya. pemsteri ketiga yakni sang duta mahasiswa GenRe jawa timur 2015, yang saat ini sebagai mahasiswa UNESA. daaan yang terakhir yakni Bapak Drs. Suprihandoko M.M., kepala bagian partisipasi dan peran serta masayarakat BPPKB Jember.